Home » » Konser Musik dan Model Ising

Konser Musik dan Model Ising

Written By Fahjri Asrullah on Sabtu, 08 Februari 2014 | 08.13

Berikut ini adalah tulisan dari bapak prof. Mikrajuddin Abdullah   yang saya baca di facebook.. bagi teman2 yang ingin membaca tulisan-tulisan beliau bisa langsung baca di postingan wall beliau.. sungguh sangat bermanfaat ilmu yang dibagikan beliau... Berikut tulisan beliau :

Saya coba kaitkan konser musik dengan model Ising yang sering digunakan untuk menjelaskan sifat kristal magnetik. Ini untuk menjawab pertanyaan: mengapa di beberapa konser musik terjadi kerusuhan dan di konser yang lain tidak terjadi kerusuhan. Pembahasan ini agak sulit dan mungkin mudah dapat dipahami oleh mahasiswa S2, S3, atau dosen.

Agar konser musik dapat dijelaskan dengan model Ising maka penonton dimodelkan sebagai momen magnetik dengan dua kemungkinan arah orientasi (up dan down). Momen arah up merepresentasikan penonton yang tertib dan momen arah down merepresentasikan penonton yang tidak tertib. Penonton di tiap konser musik selalu terdiri dari penonton yang tertib dan tidak tertib. Setiap penonton dapat menjadi tertib atau tidak tertib bergantung pada faktor luar (analog dengan momen magnetik yang dapat menjadi up atau down). Penyanyi dan musik dapat dianggap sebagai medan magnet yang mempengaruhi arah momen magnetik. Konser yang menarik merepresentasikan medan magnet yang kuat, dan sebaliknya.

Suhu direpresentasikan oleh suasana lapangan tempat para penonton. Lapangan yang tidak nyaman, becek, dan bau merupakan representasi dari suhu tinggi. Lapangan yang sejuk, harum, dan posisi penonton yang teratur merupakan representasi dari suhu rendah.

Antar penonton terjadi interaksi. Interkasi yang kuat menyatakan penonton yang akrab satu (saling menghargai) sama lain. Interaksi yang lemah menyatakan penonton yang tidak akrab, tidak saling mengenal, bahkan cenderung bermusuhan.

Dengan menggunakan mekanika statistik diperoleh persamaan keteraturan penonton. Keteraturan yang tinggi dapat dicapai dengan memberikan medan magnet besar (konser yang sangat menarik), memberikan suhu rendah (suasana tempat penonton yang nyaman), atau antar penonton ada keakraban yang tinggi.

Jika medan magnet kecil (konser tidak menarik) atau suhu cukup tinggi (lapangan tidak nyaman) maka penonton mulai tidak teratur. Pada medan yang sangat kecil (konser sangat tidak menarik) maka ada suhu kritis di mana kerusuhan terjadi. Suhu kritis tersebut ditentukan oleh keakraban para penonton. Suhu kritis tersebut makin tinggi jika keakrabanan penonton makin baik. Artinya, kerusuhan baru terjadi kalau kondisi sudah benar-benar parah. Jika antar penonton tidak akrab maka kerusuhan dapat terjadi pada suhu yang lebih rendah.







Sumber : https://www.facebook.com/mikrajuddin.abdullah 
Share this article :

2 komentar:

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. www.masteratok.ml - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger